PENURUNAN ANSIETAS PADA PASIEN PREOPERASI KATARAK MELALUI KONSELING THINKING, FEELING, DAN ACTING: STUDI KASUS
DOI:
https://doi.org/10.48079/jika.v9i1.155Kata Kunci:
Kecemasan, konseling, preoperasi Katarak, ekanan darahAbstrak
Latar Belakang: Tindakan operasi merupakan stresor pemicu kecemasan pada seseorang. Pengalaman operasi sebelumnya dan ketidakpastian hasil dari tindakan memicu meningkatnya kecemasan seseorang. Peningkatan kecemasan pada pasienberakibat pada perubahan status hemodinamik pasien ditandai dengan peningkatan tekanan darah, heart rate dan respiratory rate. Salah satu cara untuk menangani kecemasan yaitu dengan metode konseling menggunakan pendekatan thinking, feeling dan acting. Sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan actingpada tingkat kecemasan dan tekanan darah pasien preoperasi.
Deskripsi Kasus: Tn. Y 63 tahun datang ke poli mata RS Mata KMU Lamongan dengan keluhan mata kiri buram berkabut sejak 3 bulan yang lalu. Pasien mengatakan memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus yang terkontrol dan sudah pernah melakukan operasi katarak mata kanan. Pasien mengatakan pada operasi sebelumnya sangat lama dan terasa menyakitkan sehingga rencana operasi kedua kali ini sangat membuatnya khawatir. Masalah utama yaitu ansietas yang berpengaruh pada peningkatan tekanan darah pasien. Hasil pengukuran tingkat kecemasan pasien di dapatkan skor 43 dengan kategori kecemasan ringan dan tekanan darah 169/96 mHg. Konseling merupakan intervensi utama dengan pendekatan thinking, feeling dan acting dilakukan selama 30 menit sebelum menjalani prosedur operasi katarak.
Hasil : Hasil dari penelitian tingkat ansietas menurun ditandai dengan penurunan verbalisasi kecemasan, perilaku kecemasan dan tekanan darah menurun. Hasil pengukuran tingkat kecemasan juga menurun dari 43 (kecemasan ringan) menjadi 31 (tidak cemas)
Kesimpulan : Konseling dengan pendekatan thinking, feeling dan acting dapat menurunkan tingkat kecemasan dan tekanan darah pasien preoperasi katarak.
Referensi
Alam Syafira, B., Candra Dewi, S., & Kemenkes Yogyakarta, P. (2020). Self Efficacy Berhubungan Dengan Kecemasan Pasien Pre Operasi Dengan General Anestesi Di Rsud Kardinah Tegal. https://journal-mandiracendikia.com/index.php/ojs3
Amurwani, F. S. (2018). Faktor Penyebab Penundaan Operasi Elektif Di Rumah Sakit Pemerintah di Semarang. 1(1), 17–25.
Gunawan, H., & Mariyam, M. (2022). Murottal Qur’an Surah Ar- Rahman Menurunkan Tingkat Kecemasan Pasien Pre-Operasi Katarak. Ners Muda, 3(2). https://doi.org/10.26714/nm.v3i2.8974
Ikhwan, D., Febrianti, N., Keperawatan Justitia, A., & Penelitian, A. (2021). Gambaran Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Katarak Di Rumah Sakit Umum Anutapura Palu. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(3), 1604–1614. https://doi.org/10.56338/jks.v8i3.7207
Koushan, M., Wood, L. C., & Greatbanks, R. (2021). Evaluating factors associated with the cancellation and delay of elective surgical procedures: A systematic review. International Journal for Quality in Health Care, 33(2), 1–7. https://doi.org/10.1093/intqhc/mzab092
Kuzmina, S. V., Rascheskov, A. Y., & Kuzmin, N. D. (2023). Pre-operative anxiety in the ophthalmological surgery. European Psychiatry, 66(S1), S67–S67. https://doi.org/10.1192/j.eurpsy.2023.229
Makatita, S., Linansera Program Studi Profesi Ners, I., Tinggi Ilmu Kesehatan Pasapua Ambon, S., Suli Raya, J., & Tengah, M. (2024). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN LANSIA PRE OPERASI KATARAK. In JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia (Vol. 12).
PPNI, T. P. S. D. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (2nd ed.). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Rahmah, S. A., & Prastiyo, M. D. (2025). Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan dalam Deteksi Gangguan Penglihatan. Jurnal Abdimas Kedokteran Dan Kesehatan, 2(1), 62–67. https://doi.org/10.24853/jaras.1.2.62-67
Safada, A., Herman, A., Thalib, S., Anjar, I., Samuda, M., Studi, P., Keperawatan, D.-I., & Makassar, S. (2019). Pengaruh Konseling Dengan Pendekatan Thingking Feeling Dan Acting Terhadap Tekanan Darah Pada Pasien Pre Operasi Katarak?: Literature Review.
Sari, Y. K., Widayati, A., & Prayogi, B. (2018). Pengaruh Konseling dengan Pendekatan Thinking, Feeling dan Acting (TFA) terhadap Tekanan Darah Pasien PRE Operasi Katarak. Jurnal Ners Dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 5(2), 090–096. https://doi.org/10.26699/jnk.v5i2.art.p090-096
Sugianto, A., Olfah, Y., & Kesehatan Kemenkes Yoyakarta, P. (2015). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Tingkat Nyeri Pada Operasi Katarak Menggunakan Metode Phacoemulsifikasi Di Kamar Bedah Rumah Sakit Mata Dr. Yap Yogyakarta. http://ejurnal-citrakeperawatan.com
Tarigan, F., Suangga, F., Utami, R. S., Abulyatama, J., Belian, K., & Kota, K. B. (2023). Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pada Pasien Pre Operasi Di RSUD Kota Tanjungpinang. Journal of Clinical Pharmacy and Pharmaceutical Science, 2(2).
Tim Pokja SIKI DPP PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia Edisi 1 Cetakan II. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Uus, U. (2025). Gambaran Tekanan Darah, Frekuensi Nadi dan kecemasan Pasien Pre Operasi Phacoemulsifikasi di Rumah Sakit Bhakti Asih Brebes.
Yahya, M., Program Studi Ilmu Keperawatan, D., Darussalam Lhokseumawe, Stik., & Program Studi Ilmu Keperawatan, M. (2023). Hubungan Pengetahuan Dengan Tingkat Kecemasan Pada Lansia Pre Operasi Katarak. In Darussalam Indonesian Journal of Nursing and Midwifery (Vol. 5, Issue 2). http://jurnal.sdl.ac.id/index.php/dij/







