PENGARUH TEKNIK FRUIT-VEGETABLE FUN TERHADAP PENINGKATAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 2-5 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPINANG BESAR UTARA, JAKARTA TIMUR

Penulis

  • Ajeng Retnani Institut Kesehatan Hermina
  • Suryani Hartati Prodi DIII Keperawatan, Institut Kesehatan Hermina
  • Nadia Oktiffany Prodi S1 Keperawatan, Institut Kesehatan Hermina

DOI:

https://doi.org/10.48079/jika.v9i1.179

Kata Kunci:

Status gizi, anak, pola makan

Abstrak

Pertumbuhan dan perkembangan yang baik merupakan syarat mutlak untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal, gangguan tumbuh kembang akan menghambat terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sebagai penentuan masa depan pembangunan bangsa dan negara. Pada tahun 2021, status gizi balita kurang dan buruk berdasarkan BB/U secara umum sebesar 20,4% dengan proporsi 17,94% mengalami gizi kurang dan 2,46% gizi buruk dari total balita 3.802 orang. Walaupun persentase mengalami kenaikan namun jumlah ini sudah mencapai target nasional program perbaikan gizi yaitu 20% (Dinkes Kabupaten Serang, 2021). Hal ini disebabkan karena faktor kebiasaan dan pemenuhan gizi pada anak- anak tersebut yang masih kurang, faktor eksternal maupun internal merupakan salah penyebabnya. Pembelajaran Fruit-Vegetable Fun merupakan bentuk pengenalan makanan bergizi oleh ibu yang diharapkan memberikan peran penting untuk peningkatan status gizi anak usia dini. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh teknik Fruit-Vegetable Fun terhadap peningkatan status gizi pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Cipinang Besar Utara, Jakarta Timur. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan pendekatan pre and post-test without control. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah responden pada penelitian ini ialah 50 anak. Ibu responden diberikan formulir observasi pola dan frekuensi makan, serta kuesioner Child Feeding Questionnaire (CFQ).Responden diberikan permainan Fruit-Vegetable Fun dengan menggunakan media flashcard buah dan sayur yang tergolong makanan bergizi dan menjelaskan manfaat dari makanan tersebut. Hasil penelitian didapatkan bahwa adanya peningkatan status gizi pada anak usia 2-5 tahun setelah diberikan permainan Fruit-Vegetable Fun yang diketahui dari lembar observasi frekuensi dan pola makan anak. Saran bagi tenaga kesehatan khususnya perawat puskesmas untuk dapat memberikan program rutin menggunakan metode menarik bagi anak guna meningkatkan nafsu makan anak sehingga berpengaruh terhadap peningkatan status gizi pada anak usia 2-5 tahun.

Referensi

Adriani, M., & Wirjatmadi, B. (2019). Pengantar gizi masyarakat. Jakarta: Kencana.

Ardian, D., & Rahmawati, T. (2022). Hubungan perilaku pemberian makan ibu dengan status gizi balita. Jurnal Gizi Indonesia, 10(2), 115-123.

Birch, L. L., Savage, J. S., & Ventura, A. (2017). Influences on the development of children’s eating behaviours: From infancy to adolescence. Canadian Journal of Dietetic Practice and Research, 78(2), 67-72.

Black, M. M., Walker, S. P., Fernald, L. C., Andersen, C. T., DiGirolamo, A. M., Lu, C., & Grantham-McGregor, S. (2017). Early childhood development coming of age: Science through the life course. The Lancet, 389(10064), 77-90.

Contento, I. R. (2016). Nutrition education: Linking research, theory, and practice (3rd ed.). Burlington: Jones & Bartlett Learning.

Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. (2021). Profil kesehatan Kabupaten Serang tahun 2021. Serang: Dinkes.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Standar antropometri anak Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Niga, D. M., & Purnomo, W. (2016). Hubungan antara praktik pemberian makan dengan status gizi anak usia 1-5 tahun. Media Gizi Indonesia, 11(2), 145-150.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan (edisi terbaru). Jakarta: Salemba Medika.

Puspasari, N., & Andriani, M. (2017). Hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita. Amerta Nutrition, 1(4), 369-378.

Riskesdas. (2018). Laporan nasional Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

World Health Organization. (2021). Guideline on complementary feeding of infants and young children. Geneva: WHO

Diterbitkan

2026-04-14